Sering kali kita berpikir kalo orang-orang ngomong soal panggilan dan urapan itu merupakan hal rohani tingkat tinggi dan kita sudah siap-siap melangkah menjauh dari topik tersebut. Banyak juga yang berpikir kalo panggilan Tuhan itu menjadi full timer, misionaris, Paulus modern, dan sebagainya. Memang benar kalo yang saya sebutkan itu juga panggilan hidup tp bukan hanya itu saja panggilan Tuhan buat hidup pribadi setiap kita.
Di Roma 12 : 6-8 disebutkan “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.
Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;
Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita”
Jadi kita melakukan panggilan kita sesuai karunia yang Tuhan berikan kepada kita tapi untuk berfungsi sesuai karunia dan melakukan panggilan kita, kita perlu urapan. Hah??? Apaan lagi neh?? Ya iya lah pasti urapan dari Tuhan dan pemimpin rohani kita.
Urapan dari Tuhan beri kita otoritas ilahi, memampukan kita melakukan hal-hal yang mustahil yang melebihi akal pikiran kita, juga membuat kita ngerti harus ngelakuin apa yang Tuhan mau melalui karunia yang dah ada pada kita.
Urapan pemimpin rohani menunjukan penundukan diri dan kerendahan hati karena Tuhan pakai pemimpin kita untuk mengurapi kita.
Apa saja karunia-karunia motivasi itu?
1. Bernubuat
2. Melayani
3. Mengajar
4. Memimpin
5. Memberi
6. Menasehati
7. Belas kasihan
Sebenarnya setiap orang punya 7 karunia tersebut, cuma ada 2 atau 3 saja yang paling menonjol di masing-masing orang. Untuk melihat apa panggilan kita, kita cek terus diantara ke-7 karunia motivasi yang paling besar dalam diri kita dan latih terus menerus untuk lebih maksimal lagi bekerja buat Dia.
Saya akan jabarkan contoh2 dan penjelasan masing2 karunia tersebut dan karunia jawatan pada artikel berikutnya juga skill apa saja yang harus kita kembangkan sesuai jawatan kita. (lynn)
(For any question re this topic, please post your comment to unlimited blog, I will reply)
Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;
Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita”
Jadi kita melakukan panggilan kita sesuai karunia yang Tuhan berikan kepada kita tapi untuk berfungsi sesuai karunia dan melakukan panggilan kita, kita perlu urapan. Hah??? Apaan lagi neh?? Ya iya lah pasti urapan dari Tuhan dan pemimpin rohani kita.
Urapan dari Tuhan beri kita otoritas ilahi, memampukan kita melakukan hal-hal yang mustahil yang melebihi akal pikiran kita, juga membuat kita ngerti harus ngelakuin apa yang Tuhan mau melalui karunia yang dah ada pada kita.
Urapan pemimpin rohani menunjukan penundukan diri dan kerendahan hati karena Tuhan pakai pemimpin kita untuk mengurapi kita.
Apa saja karunia-karunia motivasi itu?
1. Bernubuat
2. Melayani
3. Mengajar
4. Memimpin
5. Memberi
6. Menasehati
7. Belas kasihan
Sebenarnya setiap orang punya 7 karunia tersebut, cuma ada 2 atau 3 saja yang paling menonjol di masing-masing orang. Untuk melihat apa panggilan kita, kita cek terus diantara ke-7 karunia motivasi yang paling besar dalam diri kita dan latih terus menerus untuk lebih maksimal lagi bekerja buat Dia.
Saya akan jabarkan contoh2 dan penjelasan masing2 karunia tersebut dan karunia jawatan pada artikel berikutnya juga skill apa saja yang harus kita kembangkan sesuai jawatan kita. (lynn)
(For any question re this topic, please post your comment to unlimited blog, I will reply)
Indonesian Rupiah Converter
Tidak ada komentar:
Posting Komentar